Ilmu pendidikan islam

            Pendidikan islam merupakan kebutuhan mutlak untuk dapat melaksanakan islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Sumber pendidikan islam adalah semua bahan dan acuan  yang dapat dijadikan pijakan atau rujukan, atau titik tolak dalam usaha kegiatan dan pengembangan pendidikan yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang akan ditransinternalisasikan kedalam ilmu pendidikan islam[1]. Sumber Pendidikan Islam terkadang disebut juga Dasar Ideal Pendidikan Islam.Adapun sumber ilmu pendidikan islam itu adalah :

 Al-quran

            Al Quran secara harfiah berarti bacaan atau yang dibaca.Sedangkan secara istilahi adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat jibril yang  disampaikan kepada generasi berikutnya dengan tidak diragukan.Al Quran sendiri mulai diturunkan dengan ayat-ayat pendidikan.Disini terdapat isyarat bahwa tujuan terpenting al-quran adalah mendidik manusia dengan metode memantulkan, mengajak, menelaah, membaca belajar dan observasi ilmiah tentang penciptaan manusia , alam, dan ilmu pengetahuan. Alquran sendiri terdiri daridua prinsip besar yang berhubungan dengan masalah keimanan  yang disebut Aqidah dan yang berhubungan dengan amal disebut Syariah.Beberapa ahli seperti Abdurrahman Saleh Abdullah menulis buku tentang Educational Theory Quranic Outlook dan Abudin Nata Tafsir Al-ayat al-tarbawiy.Didalam buku-buku tersebut terdapat uraian yang mendalam dan lengkap tentang ayat-ayat Al Quran yang berhubungan dengan berbagai aspek pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan islam harus menggunakan Alquran sebagai sumber dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan islam sesuai dengan perubahan dan pembaharuan[2]

 As-sunah

            As Sunnah menurut para Ahli hadis adalah sesuatu yang didapatkan dari Nabi SAW yang terdiri dari ucapan,perbuatan,persetujuan,sifat fisik atau budi,atau biografi ,baik pada masa Nabi sebelum kenabian maupun sesudahnya[3].Adapun pendapat lainnya yaitu as sunnah adalah sebuah pengakuan yang dimaksud dengan pengakuan itu ialah kejadian atau perbuatan orang lain yang diketahui oleh rasulallah dan beliau membiarkan saja perbuatan atau kejadian itu berjalan. Assunah berisi tentang pedoman hidup untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspek untuk membina umat muslim yang bertakwa. Berfungsi untuk menjelaskan kandungan alquran dan juga menerangkan syariat dan adab lainnya. Maka dari pada itu sunnah merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim dan selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang.

.      Landasan dasar  pendidikan islam

            Landasan dasar  pendidikan islam dibagi dua yaitu landasan dasar  ideal dan landasan dasar operasional.

 

1)      Landasan dasar ideal

Yaitu landasan yang menjadi dasar pokok pendidikan islam yaitu alquran dan assunah yang kemudian dikembangkan menjadi atsar sahabat,ijtihad dan ijma  ulama.

  • Undang-undang Pendidikan dan Tradisi Adat

Undang-undang disini juga dapat diartikan sebagai perarturan hukum yang tidak disebutkan secara tegas didalam Al Quran Namun dalam praktiknya,undang-undang tersebut tidak boleh bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah dan tentunya bertujuan untuk kemaslahatan umat tanpa adanmya diskriminasi.

Sedangkan tentang tradisi dan adat yang dapat dijadikan sumber ilmu pendidikan islamyang tentunya juga tidak bertentangan dengan nash Al Quran dan tidak menyebabkan pertentangan kedurhakaan,kemudaratan.Dapat mengambil bentuk berbagai kebijakan atau tradisi tentang penyelenggaraan pendidikan.[4]

2)      Landasan dasar operasional

Yaitu implementasi dari landasan dasar ideal. Landasan ini dibagi atas empat  macam, yaitu:

  • Landasan historis

Kondisi pendidikan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari pengalaman masa lalu dalam bidang pendidikan, kondisi social, budaya dan keyakinan yang ada pada masa lalusejarah penuh dengan muatan nilai-nilai positif baik yang relevan maupun tidak relevan dengan kehidupan generasi sekarang, disamping itu sejarah mengandung nilai-nilai yang negative namun dalam hal ini cukup dijadikan pelajaran, oleh sebab itu aspek sejarah tidak kalah penting dalam meletakkan dasar pendidikan saat ini.

  • Landasan social

Pendidikan merupakan interaksi manusia yang hanya bisa berjalan melalui jaringan kemanusiaan.Menurut H.J. langeveld menjelaskan bahwa manusia itu pada hakikatnya adalah homohominisocius.Kondisi masyarakat yang dinamis dan statis umumnya mempengaruhi kondisi pendidikan masyarakatnya.Maka, visi dan misi pendidikan adalah membebaskan manusia dari kungkungan penindasan, menggerakkan manusia untuk hidup merdeka dan bebas mewujudkan hidup yang damai dan harmonis.

 Landasan psikologis

Pendidikan melibatkan dua aspek psikologi yaitu aspek mengajar dan belajar.Hubungan psikologi dan pendidikan berhubungan dengan metode tujuan dan materi yang digunakan.

  • Landasan filosofis

Merupakan landasan yang bersumber pada pandangan hidup manusia yang paling mendasar.landasan filosofi mengandung nilai-nilai yang bersumber dari tuhan dan manusia (humanisme-teosentris).

 

  1. c.       Prinsip-prinsip pendidikan islam

Yang dimaksud dengan prinsip pendidikam islam adalah kebenaran yang dijadikan pokok dasar dalam merumuskan dan melaksanakan pendidikan islam[5].

ü  Prinsip integrasi(tauhid), prinsip ini memandang adanya wujud kesatauan dunia dan akhirat, oleh karena itu pendidikan akan meletakkan porsi yang seimbang untuk mencapai keseimbangan dunia dan akhirat

ü  Prinsip keseimbangan adalah merupakan konsekuensi dari prinsip integrasi. Keseimbangan yang proporsional antara muatan rohaniah dan jasmaniah, antara ilmu murni dan ilmu terapan, teori dan praktek dan nilai-nilai yang menyangkut tentang akidah syariah dan akhlak.

ü  Prinsip kesetaraaan , prinsip ini menekankan agar  di dalam pendidikan islam tidak terdapat ketidakadilan perlakuan,atau diskriminasi.Tanpa membedakan suku,ras,jenis kelamin,status social,latar belakang dsb, karena semua makhluk hidup diciptakan oleh tuhan yang sama,Allah SWT.

ü  Prinsip Pembaharuan

Prinsip pembaharuan merupakan perubahan baru dan kualitatif yang berbeda dari hal sebelumnya. Serta diupayakan untukmeningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu pendidikan.Menurut H.M Arifin,dalam proses pembaharuan umat islam harus mampu menciptakan model-model pendidikan yang dapat menyentuh beberapa aspek yaitu: yang mampu mengembangkan agent of technology and culture.

ü  Prinsip Demokrasi

Berasal dari kata demos: rakyat,cratein : pemerintah,prinsip pendidikan ini mengidealkan adanya partisipasi dan inisiatif yang penuh dari masyarakat.Segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pendidikan seperti srana dan prasarana,infrastruktur,administrasi,penggunaan sarjana dan sumber daya manusia lainnya hanya akan dapat diperoleh dari masyarakat.

Prinsip pendidikan yang berbasis masyarakat ini sejalan dengan dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional,yang menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah,orang tua dan masyarakat.

ü  Prinsip Kesinambungan

Prinsip yang saling menghubungkan antara berbagai tingkat dan program pendidikan.

ü  Prinsip Pendidikan Seumur Hidup (Long Life Education),menjelaskan bahwasanya agar setiap orang dapat terus belajar dan meningkatkan dirinya sepanjang hidupnya.Tidak pernah lelah untuk menuntut ilmu,dengan alasan ilmu dan pengetahuan itu selalu mengalami perkembangan,pembaharuan dan pergantian.

ü  Perbedaan antara Sumber Pendidikan Islam dan Sekuler

Sekuler menurut kamus ilmiah popular artinya adalah bersifat kebendaan.

George Holyoake, seorang penulis Inggris yang pertama kali menggunakan istilah sekularisme pada tahun 1846. Menurut Holyoake, “Secularism is an ethical system founded on the principle of natural morality and independent of revealed religion or supranaturalism; sekularisme adalah suatu sistem etik yang didasarkan pada prinsip moral alamiah dan terlepas dari agama-wahyu atau supranaturalisme.

Asal kata secular itu sendiri, mengutip penjelasan Syed M. Naquib al-Attas, berasal dari bahasa latinsaeculum yang berarti ruang dan waktu. Secular dalam pengertian ruang bermakna ‘dunia’ atau ‘duniawi’, sedang secular dalam pengertian waktu bermakna ‘sekarang’ atau ‘kini’. Jadi secular/saeculum bermakna ‘zaman kini’ atau ‘masa kini’, dan itu merujuk pada ‘peristiwa di dunia ini’, sehingga makna lengkapnya ‘peristiwa-peristiwa masa kini’. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Nurcholish Madjid menyatakan bahwa makna sekular itu adalah ‘kekinian’ dan ‘kedisinian’.

Dalam pandangan Syed M. Naquib al-Attas, pembenaran terhadap sekularisme seperti yang telah ditempuh oleh kelompok Islam Progresif di atas berpangkal pada tidak dipahaminya worldview (pandangan hidup/dunia) Barat dan Islam.Dalih mereka dalam membenarkan sekularisme malah semakin memperjelas keterpedayaan mereka oleh worldview Barat sebagai akibat dari ketidakkritisan mereka terhadapnya, untuk tidak dikatakan secara vulgar telah “ter-Barat-kan”.

Sekularisme, sebagaimana diakui oleh mereka, sebenarnya terjadi pada peradaban Barat yang beragama Kristen.Hal itu sangat dimungkinkan karena agama Kristen waktu itu sudah menjadi agama yang mencampuradukkan tradisi Yahudi dan Yunani-Romawi. Agama yang semula berdasar pada wahyu tersebut saat itu sudah bercampur dengan tradisi magis dan mitos.Sehingga agama tersebut selalu terikat dengan ruang dean waktu.Berbeda dengan Al Quran da Sunnah Nabi yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai aqidah dan syariat islam dan tidak dapat diganggu gugat lagi.Bahkan dalam Al Quran telah dijelaskan tentang ilmu pengetahuan,ilmiah dan tentang alam semesta jauh sebelum manusia menemukan hal-hal tersebut.

n uraian dan pemaparan diatas  dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud sumber adalah bahan dan acuan  yang dapat dijadikan pijakan atau rujukan, atau titik tolak dalam usaha kegiatan dan pengembangan pendidikan yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang akan ditransinternalisasikan kedalam ilmu pendidikan islam.  

Sumber yang utama adalah Al Quran dan As Sunnah sedangkan sumber yang sekunder berasal dari sejarah,atsar sahabat serta ijtihad dan ijma’ ulama.Sedangkan dewasa ini kita mengenal adanya Undang-undang Pendidikan.

Prinsip ilmu pendidikan islam adalah nilai-nilai pokok yang dipegang teguh dan digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan islam.Sehingga terjadi keterkaitan antara semua prinsip yang telah disebutkan diatas.Dimulai dari pendidikan yang mengutamakan ketauhidan dan berhubungan dengan Ilahiyah sehingga dengan pendidikan pula terjadi adanya keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Kemudian tentang prinsip pendidikan yang setara untuk setiap umat tanpa adanya diskriminasi dan berbasis kemasyarakatan atau demokratis maka dapat terwujudnya sebuah pemikiran pembaharuan pendidikan islam karena pada hakikatnya ilmu dan pengetahuan selalu berkembang dan menga;ami pembaharuan.Namun tetap berpegang teguh pada kemaslahatan umat islam.Oleh karenanya,pendidikan dilakukan sepanjang hidup kita.

 

 


[1] Lihat Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir,Ilmu Pendidikan Islam,Loc.cit.,hlm.31

[2] Blog.re.or.id/pendidikan-islam-indonesia-htm

[3] Muhammad Adib Sholeh ,Lamhat fi ushul Al-Hadits,(Beirut:Al Maktabah Al Islamy,1399 H),cet ke-1,hlm.20

[4]Lihat Mahmod Qombar ,al Tarbiyah al islamiyah al Turasiyah ,jilid 1(Mesir: Dar al-syuruq,1989),cet.ke 1,hlm 87-89)

[5] Nata Abudin,Ilmu Pendidikan Islam.cet ke 1 hlm 102

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: