Al-Mufradat Wal iBarat ( فساد ) kejelekan

فساد – سوء – شر – معصية – اثم- ذنب  – ردى                                  kejelekan /kenistaan

فساد – فتق – وصم – خلل – خراب – إفساد                       kehancuran, kerusakan dan kebinasaan

Menurut al-Raghib , فسادmengandung arti “terjadinya ke tidakseimbangan atau ketidakharmonisan” Timbulnya fasad di muka bumi adalah disebabkan oleh ulah tangan manusia

Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Rum Ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾

Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)

Fasad yang mencakup semua bentuk kerusakan berupa hilangnya tatanan yang baik di dunia ini, baik yang dikaitkan dengan kehendak manusia maupun yang tidak. Misalnya gempa, kemarau, banjir, wabah penyakit, perang, perampokan dan segala bentuk yang mengganggu ketentraman dalam kehidupan manusia.

Segala kejadian seperti itu termasuk peristiwa-peristiwa alam dianggap sebagai akibat ulah manusia. Baik langsung maupun tidak langsung manusialah yang jadi penyebab terjadinya kerusakan-kerusakan itu. Paling tidak kejadian-kejadian itu sebagai pertanda kemurkaan Allah terhadap manusia yang larut dalam kemungkaran.

Sebagaimana penegasan al-Qur’an,

 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾

”Andaikata kebenaran (al-haq) itu menuruti hawa nafsu mereka pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu ” (QS Al-Mu’minin : 71)

 

ata-kata fasad di dalam al-Qur’an umumnya dinisbatkan khusus kepada tindak laku orang-orang kafir, disamping mengandung makna umum.

 

“Dan apabila ia berpaling (dari engkau) ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak al-harts dan al-nasl dan Allah tidak menyukai kerusakan (al-fasad)”

 (QS 2 : 205)

 

المعرب (النحو يه و الصرفية )

المعرب = ما تغير اخره بسبب العوامل الداخلة عليه إما لفظا كزيد و عمر إما تقدير نحو موس و الفتى

 تابعين (علوم الحديث) = من لقى صحابتا مسلما وماتعلىاالاسلام

Secara bahasa kata Tabi’in merupakan bentuk jamak (Plural) dari Tabi’i atau Tabi’. Tabi’ merupakan Ism Fa’il dari kata kerja Tabi’a yang berarti pengikut. Bila dikatakan, Tabi’ahu fulan, maknanya Masya Khalfahu (Si fulan berjalan di belakangnya).

Secara istilah adalah orang yang bertemu dengan shahabat dalam keadaan Muslim dan meninggal dunia dalam Islam pula. Ada yang mengatakan, Tabi’i adalah orang yang menemani shahabat.

القران (علوم القران)

Menurut bahasa, “Qur’an” berarti “bacaan”, pengertian seperti ini dikemukakan dalam Al-Qur’an sendiri yakni dalam surat Al-Qiyamah, ayat 17-18:

  “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan kami. (Karena itu), jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”

Al-Qur’an adalah kalamullah, firman Allah ta’ala. Ia bukanlah kata-kata manusia. Bukan pula kata-kata jin, syaithan atau malaikat. Ia sama sekali bukan berasal dari pikiran makhluk, bukan syair, bukan sihir, bukan pula produk kontemplasi atau hasil pemikiran filsafat manusia. Hal ini ditegaskan oleh Allah ta’ala dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 3-4

 

 

“…dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)…”

ام الكتاب (علوم القران)

Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب). Surah Al-Fatihah (Arabالفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur’an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan  karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: