NAhwu dan Balaghoh

  1. Pengertian penelitian Nahwu dan Balagoh

Penelitian Nahwu dan Balagoh adalah suatu pengkajian dalam mempelajari hal-hal yang terdapat dalam penelitian. Terutama dalam bidang Nahwu dan balagoh. Atau yang disebut juga dengan sintkaksis dan stilistik arab.

Nahwu (sintaksis arab ) yang secara lughawi berarti contoh, merupakan kaidah mengenai penyusunan kalimat dan penjelasan bunyi akhir(I’rab)mengenai kata yang berada dalam struktur kalimat serta hubungan satu kalimat dengan lainnya, sehingga ungkapnnya tepat dan bermakna. Ilmu nahwu mempelajari hubungan kata-kata dalam kalimat,termasuk posisi kata dalam struktur kalimat.

Balaghoh secara etimologi (bahasa) adalah samapai atau mencapai. Balagoh ialah menyampaikan makna yang agung secara jelas dengan menggunakan kata-kata yang benar dan fasih, yang memiliki kesan dalam hati dan cukup menarik, serta sesuai setiap kalimatnya kepada kondisi atau situasi sekaligus orang-orang yang di ajak bicara.

 Korelasi ilmu nahwu dan balaghoh

Ilmu Balaghah khususnya dalam kajian ilmu Ma’ani, objek kajian antara ilmu Ma’ani dan ilmu Nahwu hampir sama. Kaidah-kaidah yang berlaku dan digunakan dalam ilmu Nahwu berlaku dan digunakan pula dalam  ilmu Ma’ani.

Perbedaan keduanya terletak pada wilayahnya. Ilmu Nahwu lebih bersifat mufrod (berdiri sendiri), tanpa terpengaruh oleh faktor lain seperti keadaan kalimat-kalimat di sekitarnya. Sedangkan ilmu Ma’ani lebih bersifat tarkibi (tergantung kepada faktor lain). Hasan Tamam menjelaskan, bahwa tugas ahli nahwu  hanya sebatas untuk mengotak-atik kalimah dalam suatu jumlah, tidak sampai melangkah pada jumlah yang lain.

Kajian dalam ilmu Ma’ani adalah keadaan kalimat dan bagian-bagiannya. Dalam kaca mata ilmu Nahwu dan dari sisi tarkib kalimat (Jumlah) terdiri dari dua macam, yaitu jumlah ismiyah dan fi’liyah. Selain melihat dari susunan unsur-unsur yang membentuk jumlah ilmu Nahwu juga melihat isi kalimat dari sisi itsbat (positif) dan manfi (Negatif) nya saja.

Ahli Nahwu menekankan pentingnya kegramatisan ungkapan, sedangkan ahli Balaghah menelaah pengaruh makna terhadap ungkapan. Sebagian ahli menilai kajian Balaghah dan produknya sebagai puncak kajian ahli bahasa. Artinya ahli Balaghahlah yang memberi makna terhadap struktur yang dihasilkan ahli Nahwu.

Ilmu Balaghah ini mempunyai tiga bidang kajian, yaitu ilmu bayan, ilmu ma’ani dan ilmu Badi’. Di samping itu, Balaghah adalah ilmu untuk mempelajari kefasihan berbicara.

Adapun yang kita pelajari sekarang adalah ilmu Ma’ani , yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana kita mengungkapkan suatu ide atau perasaan ke dalam sebuah kalimat yang sesuai dengan tuntutan keadaan. Bidang itu meliputi: kalam dan jenis-jenisnya, tujuan kalam, washl dan fashl, dzikr dan hadzf, ijaz,dll.

Para ulama Balaghah mendefinisikan bahwa ilmu Ma’ani bertujuan membantu agar seseorang dapat berbicara sesuai dengan muqtadhal hal. Agar dapat berbicara sesuai dengan muqtadhal hal maka seseorang itu harus mengetahui bentuk-bentuk kalimat dalam bahasa Arab.

Dilihat dari kedudkan ilmu balaghah  pada bagan di atas, ilmu Balaghah berada pada qowaid yang sama denga ilmu Nahwu dan Sharaf.  Jadi ilmu Balaghah, Nahwu dan Sharaf itu sama-sama membahas tentang kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa Arab.

Ilmu Balaghah khususnya dalam kajian ilmu Ma’ani, objek kajian antara ilmu Ma’ani dan ilmu Nahwu hampir sama. Kaidah-kaidah yang berlaku dan digunakan dalam ilmu Nahwu berlaku dan digunakan pula dalam  ilmu Ma’ani.

Perbedaan keduanya terletak pada wilayahnya. Ilmu Nahwu lebih bersifat mufrod (berdiri sendiri), tanpa terpengaruh oleh faktor lain seperti keadaan kalimat-kalimat di sekitarnya. Sedangkan ilmu Ma’ani lebih bersifat tarkibi (tergantung kepada faktor lain). Hasan Tamam menjelaskan, bahwa tugas ahli nahwu  hanya sebatas untuk mengotak-atik kalimah dalam suatu jumlah, tidak sampai melangkah pada jumlah yang lain.

Kajian dalam ilmu Ma’ani adalah keadaan kalimat dan bagian-bagiannya. Dalam kaca mata ilmu Nahwu dan dari sisi tarkib kalimat (Jumlah) terdiri dari dua macam, yaitu jumlah ismiyah dan fi’liyah. Selain melihat dari susunan unsur-unsur yang membentuk jumlah ilmu Nahwu juga melihat isi kalimat dari sisi itsbat (positif) dan manfi (Negatif) nya saja.

Ahli Nahwu menekankan pentingnya kegramatisan ungkapan, sedangkan ahli Balaghah menelaah pengaruh makna terhadap ungkapan. Sebagian ahli menilai kajian Balaghah dan produknya sebagai puncak kajian ahli bahasa. Artinya ahli Balaghahlah yang memberi makna terhadap struktur yang dihasilkan ahli Nahwu.

 

  1. Ruang Lingkup Penelitian Nahwu dan Balaghoh

Di bawah ini akan dipaparkan ruang lingkup nahwu dan balaghoh yang digunakan untuk penelitian.

  1. Ruang lingkup nahwu

Nahwu merupakan pelajarn  yang paling penting di program jurusan pendidikan bahasa arab karena nahwu berpengaruh langsung dalam mata kuliah yang lain seperti insya, tarjamah, takallum dan mutholaah. Jadi jika penguasaan Nahwu baik maka dapat dipastikan  mata kuliah yang lain juga baik.

Dalam bahasa Arab secara garis besar, jenis kata dikelompokkan menjadi :
A. Kata Isim :Dalam bahasa Indonesia disebut kata benda, yaitu kata yang menunjukkan benda, namanya, atau sifatnya. Dari segi lafal, kata isim ditandai dengan dimana sebuah kata dapat diawali dengan ???? atau diakhiri dengan tanwin. Termasuk kategori kata isim adalah kata ganti benda, kata ganti penunjuk, dan penghubungnya, serta isim mashdar (kata kerja yang dibendakan)(Hidayat dkk., 1994)

Kata isim dari segi jenisnya dibedakan menjadi 2, yaitu :
1 Mu’annats adalah isim yang menunjukkan perempuan atau nama perempuan dan benda, nama atau sifatnya diakhiri dengan ta’ marbuthoh ( ? ).
2 Mudhakar adalah isim yang menunjukkan jenis laki-laki. Dari segi jumlah benda, maka kata isim dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Isim Mufrod : Isim mufrod merupakan isim yang menunjukkan jumlah tunggal baik dari jenis Mu’annats maupun mudzakar.
  2. Isim Mutsana :Isim mu’annats meupakan isim yang menunjukkan jumlah dua baik dari jenis Mu’annats maupun mudzakar.
  3. Isim Jama’ : Isim yang menunjukkan jumlah lebih dari 2 baik dari jenis Mu’annats maupun mudzakar

B Kata Fi’il : Dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja, yaitu kata yang menunjukkan perbuatan atau pekerjaan yang mengandung waktu tertentu. Fi’il dibagi menjadi 3 macam, yaitu

  1. Fi’il Madhi :Yaitu fi’il yang menunjukkan terjadinya pekerjaan di waktu lampau.
  2. b. Fi’il Mudhari’ Yaitu fi’il yang menunjukkan terjadinya pekerjaan sekarang (sedang) dan akan.
  3. Fi’il Amar Yaitu fi’il yang menunjukkan pekerjaan yang akan datang. Fi’il amar adalah kata kerja yang menunjukkan perintah.

C. Kata Huruf : Kata huruf adalah kata selain dari isim dan fi’il, yaitu kata yang tidak memiliki pengertian tertentu, kecuali setelah dihubungkan dengan isim atau fi’il.
Dari 3 jenis kata (kalimah dalam bahasa Arabnya) tersebut, 2 diantaranya masih terdiferensial menjadi beberapa turunan kata, yaitu Kata Isim dan Kata Fi’il. Masing-masing turunan dibentuk berdasarkan kejadian atau kondisi yang melatar belakangi dipergunakannya kata tersebut.

C tujuan penelitian ilmu nahwu

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa penelitian ini berupaya mengkaji “Ilmu Nahwu” dengan tujuan untuk mengetahui dan merumuskan prinsip-prinsip umum yang berlaku pada ilmu tersebut dan melacak berbagai sumber atau asal usulnya. Karenanya, secara ringkas penelitian ini diharapkan dapat memotret dengan jelas tata bangun (body of knowledge) ilmu Nahwu. Sehingga dengannya memberi celah kemungkinan untuk melakukan rekonstruksi disiplin tersebut. Sedangkan dari segi praktis, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk meninjau kembali sistem pengajaran dan pembelajaran “nahwu” yang hingga saat ini masih dianggap sebagai momok bagi sementara para peminat bahasa Arab, khususnya dilingkungan kampus. Penelitian ini juga diharapkan memberi manfaat bagi penelitian-penelitian lebih lanjut dan lebih luas terhadap ilmu ini, tentu dalam kerangka memperkaya khazanah intelektual dibidang disiplin tersebut.

http://ilmunahwu.awardspace.com/

file:///G:/metlit/ilmu-balaghah-dan-ilmu-nahwu.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: